Wearpack mungkin untuk Sebagian orang yang tidak begitu asing semisal mereka yang sedang bekerja di sebuah pabrik, tambang atau instalasi mekanikal yang mengutamakan safety saat melakukan pekerjaan. Namun ada bagian kecil dari wearpack yang memiliki fungsi yang krusial, jadi wearpack tidak hanya harus tebal saja tapi juga perlu dilengkapi dengan alat keselamatan lainnya yang menempel pada sebuah wearpack, detail kecil ini mungkin sering luput dari perhatian.
Salah satu kejadian yang sering dialami para pekerja konstruksi di malam hari adalah hilangnya pandangan karena disebabkan para pekerja tidak begitu terlihat jelas. Dari sinilah kita perlu sadar bahwa keselamatan kerja bukan tentang kain tebal, tahan api, atau kuat anti sobek ternyata ada bagian-bagian kecil yang ternyata perlu juga diperhatikan.
Berikut adalah bagian-bagian kecil yang ternyata memiliki pengaruh pada keselamatan kerja anda
1. Strip Reflektif (Scotchlite)
Seperti yang dibahas sebelumnya, salah satu bagian kecil yang paling penting dan berfungsi memantulkan cahaya pada pakaian, meskipun penempatannya sangat kecil missal pada pergelangan tangan atau pergelangan kaki, ternyata bend aini sangat bermanfaat mengurangi risiko tidak terlihat pada malam hari.
2. Jahitan dan sambungan Kain
Jangan sepelekan bagian ini, malah bagian sambungan ini perlu menjadi perhatian penting untuk pakaian yang digunakan dalam aktifitas berat. Jahitan yang kuat mencegah wearpack robek saat bergesekan dengan mesin atau benda tajam, sambungan yang longgar dapat berakibat borosnya wearpack yang dapat membahayakan pengguna.
3. Karet atau Kancing di Pergelangan Tangan dan Kaki
Selain untuk kenyamanan dan terlihat estetik bagian ini mencegah ujung atau celana terlihat kebesaran yang dapat meningkatkan resiko terinjak atau bahkan tersangkut pada mesin, pastikan pakaian memang pas dengan badan anda.
4. Resleting dan Penutup Kancing
Resleting tidak hanya berfungsi sebagai penyatu bagian saja tetapi beberapa resleting memiliki fungsi yang beragam misalnya seperti resleting yang tahan terhadap air dan api. Jadi anda tetap awan saat menggunakan pakaian kerja. Serta agar lebih aman lagi biasanya dilengkapi juga dengan penutup resleting agar tahan resleting semakin maksimal melindungi tubuh anda.
5. Kantong dan Bebannya
Kantong yang berada di bagian wearpack biasanya cukup banyak, namun perhatikan beban yang dibawa pada wearpack anda. Daripada disimpan di dalam saku alangkah lebih baiknya jika tools disimpan pada hornes tools atau toolbox lainnya, selain aman hal ini dapat mengurangi risiko wearpack cepat rusak karena beban yang sangat berlebihan.
6. Bahan Dasar Kain
Wearpack biasanya menggunakan bahan seperti kanvas atau bisanya serat aramid yang disesuaikan dengan risiko kerja seperti tahan api, tahan bahan kimia atau tahan air. Pastikan di awal memang sudah memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan anda.
Seberapa Besar Pengaruh Bagian ini?
Tidak dapat dipungkiri jika angka kecelakaan kerja di tempat konstruksi atau pertambangan jadi salah satu yang paling tinggi, salah satunya adalah di Indonesia. Terdapat beberapa kasus yang tercatat beberapa tahun ini yang memang sangat menyita perhatian untuk meningkatkan kesadaran standar keselamatan kerja terutama dalam pakaian atau APD yang digunakan para pekerja.
Menurut data yang kami himpun setidaknya 40% kecelakan kerja disumbang dari sektor konstruksi, maka tidak heran standarisasi penggunaan wearpack serta bagian penting pada APD pun tak luput dari perhatian terutama penggunaan bagian reflektif yang membantu dalam pekerjaan pada malam hari.
Penyebabnya lainnya adalah sebesar 75% penyebab kecelakaan adalah Tindakan tidak aman (unsafe action) dan 25% kondisi tidak aman (unsafe condition), dimana hal ini menunjukan masih adanya penggunaan APD atau tidak terstandarisasi nya penggunaan apd dan komponen apd pada pakaian kerja.
Dasar Hukum Mengatur Penggunaan Wearpack
Penggunaan wearpack di Indonesia bukan sekedar kebijakan internal saja namun diatur dalam seluruh regulasi, diantaranya:
- UU No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang menjadi dasar hukum kewajiban perlindungan diri dari pekerja dari risiko di tempat kerja.
- Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 4 tahun 2018 tentang Kesehatan dan keselamatan kerja Lingkungan Kerja, yang mencakup persyaratan umum kesehatan dan keselamatan kerja termasuk penggunaan pakaian kerja yang sesuai dengan risiko yang ada,
- SNI 8183:2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, yang menjadi pedoman dan persyaratan bagi perusahaan dan pekerja untuk menjalankan tugas dengan cara yang aman dan efisien, termasuk penggunaan seragam pelindung.
Selain regulasi nasional mungkin anda juga bisa mempelajari pertauan lainnya yang sering digunakan di perusahaan luar negeri dengan standar internasional, seperti ASTM dan EN ISO untuk memastikan wearpack memenuhi kualitas perlindungan yang nyata.
Cari Vendor Produksi Wearpack Tepat Waktu?
Lebih dari 5 tahun Syamanah hadir menjawab permasalahan kebutuhan seragam perusahaan dan tim, produksi wearpack sesuai dengan kebutuhan anda dan perusahaan anda.

